Lakukan Hal Ini Agar Kamu Panjang Umur

Hooboe.id – Sudah lumrah diketahui bila olahraga teratur dan pola makan yang sehat, dapat menjaga stamina tubuh dan membuat orang lebih awet muda. Tetapi tips berikut ini patut dicoba, beberapa hal ringan yang dapat membuat kualitas hidup jadi lebih baik, dan tentu saja, bisa bikin awet muda dan panjang umur.

1. Banyak Tertawa

Orang yang banyak tertawa bisa dianggap stres, tetapi juga dapat mengurangi stres. Kebanyakan orang gila yang tertawa mungkin semacam refleks dari kerja otak yang berlebihan. Semacam proses demam bagi orang-orang yang tengah terjangkit virus atau kuman, dan tubuh bereaksi memasang antibodinya.

Sebuah studi dari dua orang peneliti di Departemen Psikologi, Universitas Basel, Switzerland, menemukan kecenderungan hubungan antara mengalami peristiwa yang menegangkan dan pengalaman gejala stres yang dilemahkan oleh frekuensi dan intensitas tertawa. 

“Seperti yang diharapkan, kami menemukan bahwa hubungan antara peristiwa yang menegangkan dan gejala stres berikutnya dimoderasi oleh frekuensi tertawa yang dialami pada saat peristiwa yang menegangkan,” sebut Thea Zander-Schellenberg dan Isabella Mutschler Collins, dalam studi yang telah diterbitkan di jurnal Plos One, pada awal Juli 2020 tersebut.

Semakin sering orang tertawa menjelang mengalami peristiwa yang menegangkan, sebut mereka, semakin lemah hubungan antara peristiwa yang menegangkan dan gejala stres. Dengan kata lain, tawa dapat meminimalisir dampak stres.

Sementara, sudah lumrah diketahui bahwa stres yang berlebih bisa membuat raut wajah seseorang jadi terlihat lebih tua dari seharusnya. Tak itu saja, dengan tertawa aliran darah bisa meningkat hingga 22% menurut sebuah studi lainnya, yang tak hanya berperan dalam membantu kesehatan jantung, tetapi juga mencegah penuaan dini.

2. Menari dan Bernyanyi

Menari dan bernyanyi bisa menggantikan olahraga teratur bagi beberapa orang. Adapula yang menggabungkannya dengan senam aerobik melalui musik dan olahraga. Berbeda dari sekedar berolahraga yang cenderung hanya berkontribusi untuk perbaikan tubuh fisik, menari dan bernyanyi juga potensial berkontribusi untuk suasana batin dan relaksasi fikiran.

Beberapa terapi penghilang stres di masa kini, juga lazim dilakukan dengan berteriak di alam terbuka. Itu dilakukan ibarat menumpahkan seluruh unek-unek fikiran dalam beberapa kali teriakan kencang. Sayangnya, untuk melakukannya jelas membutuhkan ruang yang agak sepi di alam bebas dan jauh dari keramaian agar tak disangka stres.

Beberapa orang biasanya melakukannya dengan berteriak di dalam air. Menari dan bernyanyi juga bisa menjadi alternatif lainnya, setidaknya agar bentuk teriakan dan stresnya bisa lebih disamarkan. Dilansir dari situs Lakeside Dance, menyebut aktifitas menari amat baik dilakukan untuk menjaga daya ingat dan memelihara kesehatan tubuh.

Aktifitas menari sendiri malah dapat mengurangi risiko demensia hingga 76 persen lebih baik ketimbang berenang, bersepeda atau bermain golf. Jadi, bila orang tua selalu ditandai sebagai mereka yang dilanda penyakit pikun dan lupa, maka kecenderungan ini sedikit berkurang bagi mereka yang sering melakukan aktifitas menari dan bernyanyi.

3. Menjaga Silaturahmi

Interaksi sosial itu penting. Tak hanya dianjurkan oleh pakar kesehatan, tetapi juga diajarkan dalam agama-agama. Anjuran menjaga silaturahmi adalah jenis interaksi sosial yang sehat dimana orang-orang memperkuat relasi dengan kerabat dan kenalannya.

Jenis interaksi sosial yang bersifat toxic hingga negatif jelas berbeda dari silaturahmi. Dilansir dari skor.id, sebuah penelitian selama hampir 85 tahun yang dilakukan oleh Universitas Harvard, telah memperkuat bahasan agama-agama tentang pentingnya silaturahmi.

Mereka menemukan bahwa, hubungan sosial yang kuat memiliki relasi yang erat pula dengan umur panjang dan kebahagiaan. Penelitian yang dipimpin oleh Professor Robert Waldinger dan Marc Schulz itu, telah dimulai sejak tahun 1938 atas 700 orang yang sama beserta seluruh keluarga mereka.

Seluruh pesertanya berasal dari mahasiswa Harvard sendiri, dari kelompok keluarga yang relatif berpenghasilan rendah, dan sebagian besar berdomisili di pinggiran kota Boston. Saat mempresentasikan temuannya dalam acara Ted Talk pada tahun 2015 silam, Waldinger mengatakan bahwa hubungan yang baik membuat orang lebih bahagia dan lebih sehat.

Kebahagiaan ternyata tak memiliki hubungan yang kuat dengan kekayaan, ketenaran, atau kerja keras. Juga, sama sekali tak terkait dengan jumlah teman yang dimiliki atau hubungan yang tengah dijalani. Relasi terbesarnya ternyata berada dalam kualitas hubungan yang berjalan tersebut.

Biar begitu, studi itu juga sedikit menemukan, bahwa orang yang memiliki sedikit kontak dengan teman atau keluarga, cenderung memiliki suasana hati yang buruk. Malah, dari jumlah sampel yang mereka teliti, biasanya orang-orang yang berada dalam kategori tersebut memiliki hidup lebih singkat dari mereka yang tidak mengalami rasa kesepian.

4. Selalu Bersyukur dan Tidak Menyimpan Dendam

Bersyukur dan tidak menyimpan dendam juga kerap dikaitkan dengan kesehatan mental dan umur panjang. Mereka yang memiliki banyak musuh bisa bikin susah tidur. Apalagi bila sudah berurusan dengan dendam kesumat yang terus dipelihara terus-menerus.

Sikap bersyukur dapat memelihara hati dan fikiran dalam kerelaan atas apapun yang dipunyai, tanpa perlu terbebani dengan beragam hal yang belum atau sama sekali tidak dipunyai. Sebuah studi yang dilakukan oleh psikolog bernama Robert A Emmons, menunjukkan bahwa rasa syukur dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis seseorang hingga dapat menjadi efek penyembuh.

“Syukur menyembuhkan, memberi energi, dan mengubah hidup. Itu adalah prisma yang dengan melaluinya kita memandang kehidupan dalam kaitannya dengan pemberian, pemberi, kebaikan, dan rahmat,” sebut Emmons dalam studi berjudul Counting Blessings Versus Burdens, pada tahun 2003 silam, seperti dilansir dari situs tempo.co.

Dengan banyak bersukur seseorang dapat memelihara gagasannya untuk selalu berterima-kasih, dan memandang hidup sebagai sebuah berkah berharga yang harus selalu diapresiasi. Kenapa? Karena hanya yang hidup yang bisa mati.

5. Selalu Berpikir Positif

Orang yang selalu optimis cenderung hidup lebih lama dan lebih sehat, sebut sebuah penelitian yang dilaporkan dari laman BBC, di 27 Agustus 2019 silam. Beberapa peneliti di Amerika Serikat, katanya melaporkan hal tersebut, setelah menemukan bila orang-orang yang hidup dalam optimisme di Amerika, cenderung berusia lebih panjang, rata-rata bisa berada di kisaran 85 tahun atau lebih.

Beberapa faktornya, karena mereka yang hidup optimis cenderung lebih mudah mengendalikan emosi, sehingga pula tak gampang stres. Ukuran optimisme di sini dilihat dari bayangan masa depan bagi orang-orang dimana semuanya akan berjalan dengan baik, atau dalam bentuk terapi perilaku kognitif yang lebih intensif.

“… orang yang lebih optimis cenderung memiliki tujuan dan kepercayaan diri untuk mencapainya, lebih efektif dalam penyelesaian masalah, dan mereka mungkin lebih baik dalam mengatur emosi mereka selama situasi yang penuh tekanan,” sebut Lewina Lee, profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Boston yang ikut-serta dalam penelitian tersebut.

Optimisme selalu selaras dengan pemikiran yang positif, senantiasa memandang hidup akan ke arah yang akan lebih baik dari situasinya kini. Kebalikan dari itu yakni berfikir pesimis atau negatif, yang memandang hidup sebagai ancaman yang terus-menerus hadir setiap saat, dimana saja, dan kapan saja.

Berfikir pesimis membuat seseorang memandang masa depan sebagai suasana gelap gulita, sehingga intervensi-intervensi tindakan saat ini dirasa tak dapat mengubah apapun. Sementara, selalu optimis dan berfikir positif, menjadi daya lecut yang dapat mendorong orang-orang untuk melakukan sesedikit apapun tindakan saat ini untuk mendorong perubahan di masa datang.

6. Menjaga Rasa Ingin Tahu

Membaca, mempelajari hal-hal baru, juga memperkaya diri dengan keterampilan baru, dapat menjaga otak tetap aktif dan mencegah penurunan kognitif. Hal ini menempati urutan kedua setelah menari yang memberikan dampak signifikan bagi berkurangnya gejala demensia, berkisar pada angka 32 hingga 35 persen.

Telah lama diketahui bila sirkuit-sirkuit neuron di otak saling terhubung satu sama lain dalam proses-proses rumit ketika seseorang beraktifitas. Makin banyak jumlah sirkuit yang terhubung, makin cepat konektifitas dan pemrosesan informasi di otak. Makin berkurang jumlah koneksinya, makin pelupa seseorang, dan tentu saja, makin besar kemungkinan munculnya gejala demensia.

Menjaga rasa ingin tahu dapat menjaga agar interkonektifitas antar sirkuit-sirkuit di otak bisa terus berlangsung. Melalui makanan yang sehat dan olahraga teratur koneksi itu bisa tetap terjaga, tetapi hanya dalam mempelajari hal baru jumlah koneksi dan jalinan antar sirkuitnya bisa lebih ditingkatkan.

7. Jangan Terlalu Memikirkan Umur

Salah satu cara paling jitu agar tetap awet muda dan panjang umur, adalah jangan terlalu memikirkannya. Orang yang tidak terobsesi dengan bertambahnya usia cenderung lebih sehat dan berumur panjang.

Membayangkan soal umur juga bisa membuat stres. Orang yang mengetahui umurnya terus saja bertambah dalam bilangan waktu, bisa dihinggapi perasaan negatif dan bertambahnya pesimisme. Bertambahnya umur memang tak bisa ditepis, tetapi tetap berjiwa muda atau tua itu hanya soal persepsi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh profesor epidemiologi dan psikologi di Yale, Becca Levy, menemukan, bahwa mereka yang memiliki pandangan positif tentang penuaan, relatif hidup rata-rata 7,5 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang menganggap penuaan sebagai sesuatu yang negatif.

“Dalam setiap kasus, saya menemukan informasi yang tidak hanya bertentangan dengan stereotip negatif tetapi juga menyoroti kekuatan yang datang seiring bertambahnya usia,” sebut Levy, ketika mempresentasikan temuannya di sebuah kegiatan, seperti dilansir dari situs superagingnews (13/8/2024).

Ada semacam stereotip negatif pada orang tua. Sesuatu yang tercermin di dalam budaya, seperti anggapan bahwa orang tua kurang kompeten, tidak lagi menarik, energinya sudah berkurang, dan sebagainya. Kenyataannya, Iwan Fals bahkan masih tetap produktif bahkan dalam usianya yang sudah sepuh.

Keyakinan yang terlalu berlebih tentang stereotip negatif orang tua, menurut Levy, bisa meningkatkan resiko stres, mengurangi kemandirian, dan pada akhirnya merusak kesehatan fisik serta mental. Sebaliknya, sikap positif terhadap penuaan justru dapat meningkatkan ketahanan, mendorong perilaku yang lebih sehat, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Jadi, bila terpaksa mengetahui bahwa seseorang memang sudah tampak tua dari penampakannya secara fisik, tak perlu ragu untuk mencari cara lain menghibur hati. Barangkali itu ruang agar lebih banyak berefleksi untuk melakukan lebih banyak hal baik dan positif bagi diri pribadi dan ruang sosial.

Related Posts

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

Sidrap, Desa Lagading – Kegiatan sosialisasi penataan administrasi desa berbasis digital dilaksanakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kantor Desa Lagading, Kecamatan Pitu…

Ayo Coba Voice Messages Transcripts dari WhatsApp

Hooboe.id – Aplikasi perpesanan WhatsApp memang makin menggoda saja. Setelah meluncurkan fitur Meta AI beberapa waktu silam, kali ini mereka menghadirkan fitur transkripsi pesan suara atau voice message transcripts, yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program Pembinaan Dasar Baca Tulis Huruf Arab sebagai Upaya Mengurangi Buta Huruf Arab di Desa Lagading

  • By Admin
  • January 22, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program Pembinaan Dasar Baca Tulis Huruf Arab sebagai Upaya Mengurangi Buta Huruf Arab di Desa Lagading

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

  • By Admin
  • January 20, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Warga Desa Lagading

  • By Admin
  • January 20, 2026
Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Warga Desa Lagading

Pemda Lutim dan IAIN Palopo, Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Keagamaan di Daerah

  • By Admin
  • March 18, 2025
Pemda Lutim dan IAIN Palopo, Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Keagamaan di Daerah

CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

  • By Admin
  • March 18, 2025
CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM

  • By Admin
  • March 18, 2025
Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM