Ketahui Makna Istilah Ubur-Ubur Ikan Lele yang Lagi Viral

Hooboe.id – Akhir-akhir ini jagat media sosial kita tengah keranjingan istilah baru. Sebutan “Ubur-ubur Ikan Lele” tampak terpampang dimana-mana. Pantauan Hooboe.id hingga Jumat (31/1) siang, banyak status dan upload-an media sosial pengguna masih marak menggunakan istilah ubur-ubur ikan lele. Apa sebenarnya makna dari istilah itu?

Usut punya usut, istilah tersebut ternyata tak memiliki makna tertentu. Penggunaanya lebih kepada adanya rima kata yang biasa terlihat dalam pantun dan sajak, yang didunakan sebagai sampiran atau kata pembuka agar muatan puitis dalam isi kalimat pantun setelahnya bisa lebih terlihat.

Bila merujuk pada asal katanya sendiri, ubur-ubur dan ikan lele merupakan hewan air yang sama sekali tak punya hubungan khusus. Dikutip dari laman Wikipedia, Ubur-ubur adalah sejenis mahkluk laut tak bertulang belakang yang berbentuk payung atau cangkir terbalik, dengan beberapa tentakel panjang mirip cumi-cumi yang disebut knidosit.

Hewan dari kelas Schypozoa dalam rumpun Filum Cnidaria tersebut, dalam bahasa Yunani disebut skyphos, yang memiliki arti cangkir dengan dua pegangan. Ubur-ubur biasanya memiliki tubuh transparan dan dikabarkan telah mendiami bumi sejak 650 juta tahun sebelum zaman Dinosaurus.

Sementara ikan lele adalah sejenis ikan air tawar dengan tubuh yang licin dan biasanya memiliki dua kumis panjang. Ikan lele termasuk jenis ikan yang amat familiar di banyak tempat dengan banyak sekali sebutan berbeda. Ikan ini memiliki nama ilmiah Clariidae, yang berasal dari bahasa Yunani chlaros.

Kata tersebut memiliki arti lincah dan kuat, yang tampaknya merujuk pada kemampuan ikan ini untuk tetap hidup dan bergerak meski di luar air. Penggunaan dua kata hewan air ini sekaligus, boleh dikata salah satu penggabungan dari kebiasaan para pembuat pantun atau sajak dalam menggunakan nama-nama hewan atau benda-benda lainnya, seperti Anak Macan, Punggung Gajah, Tawa Kuda, dan sebagainya.

Istilah ubur-ubur ikan lele sendiri, terlihat mulai viral setelah beredarnya sebuah video di media sosial Tiktok, yang menunjukkan dua orang warga yang tengah berkendara di salah satu jalan kota Palu, tiba-tiba dihadang dan mendapat tilang dari polisi. Dari samping kendaraannya, warga tersebut secara spontan mengucapkan, “Ubur-ubur ikan lele, kena tilangki le”.

Meski tampaknya sekedar dibuat untuk kepentingan konten dari akun @jumardhan_ardhan, video tersebut telah ramai dibagikan dan menjadi viral karena penyebutan dan tingkahnya yang terlihat lucu. Dilansir dari laman kompas.com, video tilang itu sendiri telah muncul di laman youtube hingga menjadi lirik lagu dari penyanyi rap Ecko Show yang dirilis pada tahun 2018. 

Penggunaan istilah ini mulai viral kembali, setelah pengguna media sosial Tiktok mengupload kembali video dan penggunaan istilah ubur-ubur ikan lele. Beberapa pengguna juga tampak ramai-ramai membuat tantangan-tantangan Tiktok, dengan menambah isi kalimat selanjutnya dari sampiran pantun ubur-ubur ikan lele.

Pengguna akun Tiktok @cyntiatia07 misalnya menulis, “Ubur-ubur ikan lele, mau ga’ sama janda anak 2 leee”, akun @Yandra menulis, “ubur-ubur ikan lele, pinjam dulu seratus le”, atau akun @secc_.15 yang merilis, “ubur-ubur ikan lele, kalo iri jangan ngomongin lee”. Tak hanya postingan akun, komentar senada juga tampak mengisi penggunaan sampiran tersebut, seperti “ubur-ubur ikan lele, di copy lee”, tulis akun @g1mmSTORY dalam sebuah komentar.

Related Posts

CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

Lutim – Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menginstruksikan jadwal baru terkait percepatan pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2024 silam, dapat dilaksanakan pada bulan Juni 2025, sedangkan Pegawai Pemerintah…

Tendangan Bupati Lutim Menandai Gelaran Futsal Liga Ramadhan

Lutim – Tendangan bola ke jala yang dilakukan Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam, menandai dibukanya secara resmi Turnamen Futsal Liga Ramadhan XII, yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Malili, pada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program Pembinaan Dasar Baca Tulis Huruf Arab sebagai Upaya Mengurangi Buta Huruf Arab di Desa Lagading

  • By Admin
  • January 22, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program Pembinaan Dasar Baca Tulis Huruf Arab sebagai Upaya Mengurangi Buta Huruf Arab di Desa Lagading

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

  • By Admin
  • January 20, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Warga Desa Lagading

  • By Admin
  • January 20, 2026
Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Warga Desa Lagading

Pemda Lutim dan IAIN Palopo, Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Keagamaan di Daerah

  • By Admin
  • March 18, 2025
Pemda Lutim dan IAIN Palopo, Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Keagamaan di Daerah

CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

  • By Admin
  • March 18, 2025
CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM

  • By Admin
  • March 18, 2025
Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM