Lutim – Tendangan bola ke jala yang dilakukan Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam, menandai dibukanya secara resmi Turnamen Futsal Liga Ramadhan XII, yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Malili, pada Minggu (16/03) malam. Kegiatan yang diikuti tak kurang dari 24 tim tersebut, sedianya memperebutkan total hadiah hingga Rp. 15 juta.
Bagi para pecinta Futsal, liga Ramadhan memang bagai tradisi yang selalu dinanti ketika memasuki Bulan Ramadhan. Irwan menyatakan apresiasi besarnya atas kegiatan yang telah dihelat hampir setiap tahunnya di Lutim oleh pihak penyelenggara liga ini. Terlebih perhelatannya dalam tahun ini, disebut telah memasuki laganya yang ke-12.
Menurutnya, semangat anak-anak muda, baik dalam penyelenggaraan acara maupun partisipasi kepesertaan selama berlangsungnya kegiatan, patut diacungi jempol. Tak lupa, ia bahkan memberi support besarnya kepada sang inisiator, Herawan Raditya, yang disebutnya telah “mengkoordinir adek-adek Panitia”, hingga perhelatan itu bisa terlaksana.
“Harapan besar kami sebagai pemerintah daerah, semoga kegiatan ini terus berlanjut, karena dengan adanya turnamen seperti ini, dapat mengalihkan anak-anakku dari hal-hal negatif ke arah yang lebih positif,” pinta Bupati, seperti dilansir dari portal resmi.
Sementara, Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Lutim, Muhammad Safaat DP, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP), menyebut penyelenggaraan kegiatan itu guna mempersiapkan talenta muda Lutim agar dapat berlaga di liga besar.
Ia mengatakan ada cukup banyak even di waktu-waktu mendatang bagi atlet-atlet muda Lutim untuk menguji daya saingnya. Salah satunya yang tengah menanti, yakni ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel. “Insha Allah, turnamen ini menjadi ajang seleksi pemain muda yang akan membawa nama Luwu Timur di ajang Pra Porprov Sulsel,” pinta Safaat.
Dus, setiap tim jadinya diwajibkan hanya menurunkan pemain lokal Lutim dalam liga Ramadhan ini. Tak itu saja, demi regenerasi pemain yang lebih baik, pihak penyelenggara pula mensyaratkan agar setiap tim, minimal memiliki dua pemain kelahiran 1 Januari 2005 yang harus dimainkan di babak pertama.
Saat kegiatan pembukaan berlangsung, turut hadir Wakapolres Lutim, Kompol Hajriadi, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Andi Juana, Kepala Dinas Parmudora, Andi Tabacina Akhmad, beberapa kepala OPD Lutim, Inisiator Turnamen, Herawan Raditya, serta para kawula muda pecinta futsal.






