Lutim – Mulai saat ini, tak perlu membuang minyak goreng bekas atau minyak jelantah ke westafel atau selokan di samping rumah. Selain dapat menyumbat lubang pembuangan, bahan itu juga tak cukup mudah terurai di lingkungan.
Ternyata ada cara jitu untuk memanfaatkan limbah rumah tangga tersebut agar lebih berguna. Malah, bila dikreasi lumayan baik pula kreatif, bisa berpotensi bernilai ekonomis dan mendatangkan cuan.
Olahan minyak jelantah ternyata dapat digunakan kembali sebagai bahan dasar pembuatan sabun dan lilin. Kandungan asam lemak yang tinggi pada minyak, setelah direaksikan dengan alkali atau soda api, dapat berubah menjadi sabun.
Proses detailnya, ternyata juga tak begitu sulit. Seperti dalam satu sesi pelatihan yang digelar oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Balantang, di Selasa (18/2) siang, tak sampai beberapa jam, para ibu yang ikut-serta dalam pelatihan sudah berhasil mengolah limbah dapur mereka menjadi lilin dan sabun dengan warna aneka rupa.
Pelatihan yang mengambil tajuk, “Dari limbah menjadi bernilai ekonomi” itu, memang mengambil peluang dari pemanfaatan limbah minyak jelantah rumah tangga untuk menghasilkan beberapa produk barang sehari-hari yang biasa digunakan.
Para ibu sengaja disasar sebagai peserta pelatihan yang berlangsung sejak pagi, tak saja karena relatif lebih familiar dengan urusan-urusan di ruang privat, tapi juga, tampaknya mereka memang lebih telaten dalam meramu dan mengolah ide kreatif selama berlangsungnya pembuatan produk.
Pihak Pemdes sendiri tampak menggabungkan para ibu ini sebagai tim demi efektifitas pelatihan. “Kelompok kanda, yang memang khusus pengelolaan minyak jelantah,” sebut Muh. Anjar, Sekretaris Desa (Sekdes) Balantang, sembari menunjukkan salah satu olahan kreasi lilin warna aromatherapy dari anggota kelompok itu yang hampir menyerupai segelas minuman dingin dengan topping buah dan sedotan.
Selain pihak Pemdes, kegiatan ini mengundang khusus pemateri pelatihan, Dwi Darsa Prasetyo, salah seorang konsultan dari lembaga swadaya, Community Initiatives for Transformation (Commit) Foundation, yang saat ini juga tengah melakukan pendampingan untuk banyak program Corporate Social Responsibility (CSR) milik PT. Vale, Sorowako.
Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Kantor Pemdes Balantang tersebut, rencananya bakal digelar rutin. Saat kegiatan pembukaan berlangsung, turut hadir pendamping lapangan dan konsultan Commit Foundation, bersama Plt.Kepala Desa Balantang, Nasir Dj, di tengah kerumunan para ibu.






