Kenali Jenis-Jenis Bisnis yang Menjanjikan di Masa Depan

Hooboe.id – Pesatnya perkembangan tekhnologi telah membuat banyak sekali perubahan dalam cara setiap orang berinteraksi dan menjalani produktifitas mereka. Bersamaan dengan makin berkurang atau hilangnya beberapa sentra pekerjaan yang biasa dilihat di masyarakat, banyak pula sentra-sentra bisnis baru yang bermunculan dan kian dikenali oleh konsumen.

Belum bisa dipastikan berapa lama sentra-sentra tersebut akan bertahan, tetapi bila dilihat lebih jeli, beberapa jenis bisnis tampaknya akan tetap bertahan dan akan terus berkembang di masa depan. Bisnis jenis apa dan faktor-faktor apa yang membuatnya potensial terus berkembang, bisa disimak berikut ini:

1.  Bisnis Tekhnologi

Terkait yang satu ini barangkali memang mudah diamati. Satu-satunya bisnis yang dapat dipastikan terus berkembang di masa depan, adalah jenis bisnis yang terkait dengan pengembangan tekhnologi. Tak ada satupun perusahaan yang tak mengadopsi banyak atau sedikit dari hadirnya ragam inovasi baru di bidang tekhnologi.

Ragam perusahaan terus saling berkejaran dalam membuat inovasi dan pengembangan produk, yang berguna tidak saja sebagai barang jualan untuk bisnisnya sendiri, tetapi juga segera menjadi perangkat baru bagi setiap sentra bisnis lainnya di berbagai bidang.

Dapat dipastikan lini bisnis yang bergerak di bidang pengembangan tekhnologi, adalah sentra yang akan kian diminati di masa depan. Perusahaan berbasis teknologi informasi, seperti perusahaan perangkat lunak, perangkat keras, dan perusahaan penyedia layanan internet juga Cloud Computing, akan menjadi primadona dari makin massifnya pula pengguna internet dan ponsel pintar.

Dilansir dari laman statista.com, hingga tahun 2023 ini, pengguna internet telah berada pada angka 5.18 Milliar, atau dengan kata lain, sudah ada sekitar 2/3 dari penduduk bumi yang telah terhubung ke jagat digital. Tingkat penetrasi handphone pintar telah berada pada angka 68 persen pada tahun 2022, dengan kisaran 6,3 miliar pengguna dari populasi global yang saat ini telah berada di sekitar 8 Milliar jiwa.

Tak kalah menjanjikan dari ranah tekhnologi-informasi itu, dua mahkluk yang makin ramai diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir, yakni kecerdasan buatan dan robotika. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam pengembangan kecerdasan buatan terus berlomba untuk menyemarakkan temuan baru ini pada ragam keperluan dan lini bisnis.

Baca Juga : 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Memulai Bisnis

Sudah bisa dipastikan pula bila mahkluk baru ini segera mengubah banyak kebiasaan yang telah dilakoni orang-orang di hampir semua ranah kehidupan. Banyak jenis pekerjaan jelas akan hilang seiring perkembangan kecerdasan buatan, tetapi mereka yang bergelut dalam industri pengembangan kecerdasan buatan, jelas akan kian berkembang di masa depan.

Setali tiga uang dengan hal tersebut, perusahaan robotika juga pasti makin diminati, karena seolah akan menjadi kompetisi untuk memberi raga pada nyawa kecerdasan buatan yang terus dikembangkan. Adopsi kecerdasan buatan dalam perusahaan-perusahaan robotika, akan menjadi cara berfikir berikutnya dalam pengembangan tekhnologi sehari-hari di masa depan, termasuk pula cara setiap orang dalam menjalankan bisnisnya.

2. Bisnis Kesehatan

Bisnis kesehatan yang dimaksud adalah jenis bisnis yang menyediakan produk atau layanan yang berkaitan dengan dunia kesehatan. Bisnis ini diprediksi akan semakin diminati di masa depan karena meningkatnya usia harapan hidup, pertumbuhan penyakit kronis, dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan.

Berdasarkan statistik data kesehatan yang diterbitkan oleh World Health Organization pada tahun 2023 ini, menyebutkan bila angka harapan hidup global saat lahir terus mengalami peningkatan dari 46,5 tahun sejak 1950 menjadi sekitar 73,0 tahun pada tahun 2019 silam.

“Dan, meskipun kemunduran yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, angka ini diproyeksikan mencapai 77,0 tahun pada ulang tahun ke-100 WHO pada tahun 2048,” sebut laporan yang  diterbitkan dalam rangka monitoring kesehatan untuk Sustainable Development Goals (SDGs) tersebut.

Harapan dari penanganan dan penemuan-penemuan baru di bidang industri kesehatan, membuat lini bisnis kesehatan juga bakal terdorong bertumbuh di masa depan. Memang ada beberapa disclaimer dari beberapa konflik seperti di jalur Gaza atau di Ukraina yang membuat angka kematian menjadi amat tinggi dalam waktu terakhir, tetapi secara global tingkat kesehatan manusia telah mengalami peningkatan secara terus-menerus.

Mereka yang bergelut dalam perusahaan farmasi, seperti perusahaan yang mengembangkan dan memproduksi obat-obatan, juga menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan. Perusahaan peralatan medis yang mengembangkan dan memproduksi peralatan medis, seperti alat bantu dengar, alat pacu jantung, dan peralatan bedah, bakal ikut bertumbuh dari kemajuan tekhnologi kecerdasan buatan dan robotika yang amat drastis.

Sudah bisa dipastikan bila bisnis layanan kesehatan seperti rumah sakit dan perusahaan klinik, baik milik pemerintah maupun swasta, menjadi pilihan baik untuk kian dipersiapkan. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perlindungan kesehatan, tampaknya juga bakal kian menjamur dari kian tingginya tingkat kesadaran masyarakat dalam perawatan dan perlindungan kesehatan.

3. Bisnis Pendidikan

Penyedia kursus online sudah banyak beriklan di media sosial saat ini. Infrastruktur digital yang cepat bakal turut memacu pertumbuhan sentra-sentra pendidikan ikut bertumbuh kian hari. Seberapa potensial untuk bertahan dengan kemunculan kecerdasan buatan?

Salah satu kemelut dari kehadiran tekhnologi mutakhir yang bertumbuh, selalu bersangkut-paut dengan relevansi manusia dari desakan pertumbuhan mesin yang mengambil alih kerja-kerja mereka. Banyak pekerjaan yang akan tergantikan, tetapi yang menjalankan bisnis penyedia produk atau layanan yang berkaitan dengan pendidikan, bakal lebih diminati demi mengatasi kesenjangan inovasi tekhnologi dan tingkat adaptasi manusia terhadapnya.

Perkembangan tekhnologi pendidikan juga akan turut mengembangkan model-model bisnis bimbingan belajar dan sekolah-sekolah digital, terutama dari masih tingginya tingkat kesenjangan literasi yang menghantui negara-negara dengan infrastruktur digital yang belum cukup memadai.

Berkaca pada laporan Bank Dunia, seperti dilansir dari situs Indonesiabaik.id, ada sekitar 9 juta talenta digital yang dibutuhkan Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata berkisar 600.000 talenta digital setiap tahunnya. Hal tersebut turut dipengaruhi dengan masih rendahnya indeks kecakapan digital di Indonesia, yang masih berada pada kisaran 60-an % ketimbang rata-rata pertumbuhannya di Asia Tenggara yang sudah berkisar antara 70 hingga 90%.

Selain itu, penyedia sentra-sentra pelatihan offline dan online kemungkinan juga bakal kian diminati di masa-masa mendatang, terlebih dalam kebutuhan kerja praktis yang membutuhkan kemampuan-kemampuan penunjang dari adopsi-adopsi tekhnologi baru di dalam semua lini bisnis mereka. Model-model bisnis seperti balai latihan kerja kemungkinan akan mengalami banyak pergeseran, terlebih dalam pembaharuan perangkat mesin-mesin industri yang digunakan di masa datang.

4. Bisnis Ramah Lingkungan

Bersamaan dengan percepatan laju tekhnologi-informasi, sektor energi dan pertambangan terus digiring dalam perubahan-perubahan industri ekstaktif yang dipandang tak ramah lingkungan. Batu-bara dan minyak bumi perlahan dianggap sebagai biang kehancuran bumi, dan upaya dorongan aktif untuk segera merealisasikan penggunaan energi terbarukan yang lebih besar, membawa model-model bisnis dalam sentra-sentra ini mulai melakukan adaptasi-adaptasi untuk bidang garapannya.

Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam pengembangan dan produksi energi terbarukan, telah dan makin mendapat tempat untuk ditumbuhkan secara amat mendesak, terlebih dalam kian sulitnya beberapa negara industri dalam suplay bahan mentah dan bahan baku mereka akibat terhambatnya suplay karena perang dan kelangkaan.

Baca Juga : Mencari Peluang Cuan di Tahun Politik

Perusahaan-perusahaan penyedia solar panel, turbin angin, pembangkit listrik tenaga air, akan jadi semakin diminati di masa depan, terlebih untuk memberi suplay pertumbuhan dari industri-industri berbasis tekhnologi yang membutuhkan lebih banyak daya listrik.

Demi pengurangan dampak emisi yang besar, perusahaan-perusahaan yang mengembangkan dan memproduksi teknologi pengurangan emisi, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, dan teknologi penyimpanan energi juga bakal makin diminati.
Demikian pula perusahaan-perusahaan pengelolaan limbah, baik yang mengembangkan dan memproduksi teknologi pengelolaannya maupun usaha jasa yang menanganinya, juga akan semakin berkembang.

Salah satu kendala yang terus difikirkan dari adopsi hadirnya kendaraan listrik misalnya, karena limbah sisa dari penggunaan kendaraan jadi tetap sukar diurai oleh lingkungan. Program daur-ulang terhadap dampak limbah dari industri ini makin marak dilangsungkan, terlebih dari semakin-banyaknya komponen keluarannya yang telah digunakan oleh konsumen.

5. Bisnis Kreatif

Banyak yang menyebut bila bisnis kreatif akan menemukan senjakalanya dalam perkembangan tekhnologi dan kecerdasan buatan. Tetapi bila dilihat kembali, sektor ini justru yang paling cepat berkembang seiring laju perkembangan tekhnologi yang makin cepat dari waktu ke waktu. Malah boleh dikata, sektor ini termasuk yang paling cepat terkena imbas dan paling banyak pergeseran dibandingkan jenis-jenis bisnis lainnya.

Penggunaan kecerdasan buatan dalam desain grafis, desain interior dan desain produk, justru menambah massif jumlah pekerja kreatif yang muncul saat ini. Pengembangan terus dilakukan untuk menghasilkan model-model kecerdasan buatan yang dapat mengkreasi teks, menghasilkan musik, mengkreasi audio dan video, hingga menggantikan peran pembawa acara televisi.

Beberapa hal yang tampaknya lupa dipertimbangkan, bahwa fungsi tekhnologi pada akhirnya adalah membuat kerja-kerja manusia memang agar lebih mudah untuk dijalankan. Dalam periode tertentu jelas akan membawa sedikit masalah, tetapi siklus bisnis pada akhirnya menimbang manusia sebagai konsumen terakhir yang hendak mereka sasar.

Musik yang baik, entah dikreasi oleh pekerja seni manusia atau memberdayakan kecerdasan buatan dalam menghasilkan produknya, pada akhirnya tetap dijual pada manusia. Kecerdasan buatan dapat menggantikan pekerjaan pembuat musik saat ini, tetapi kegemaran setiap orang pada musik akan menumbuhkan bisnis musik yang akan didengarkan manusia.

Kegemaran manusia pada tontonan, telah membuat perusahaan-perusahaan pembuat film dan ragam video tampaknya akan terus mengalami pertumbuhan di masa datang. Kemungkinan yang paling bisa dilihat, adalah justru semakin banyak filmaker dan pembuat video dari semakin berkembangnya tekhnologi penangkapan gambar dari waktu ke waktu.

Bidang penulisan juga tetap sulit digantikan. Cara tulisan dibuat dan dikreasi bisa banyak berubah. Kehadiran chatGPT telah membawa dilema bagi para penulis. Tetapi dalam kecakapan literasi dasar manusia dalam menjembatani adopsi dan penyimpanan pengetahuan, peran penulisan akan jadi semakin urgen, terutama dalam membawa setiap generasi memulai tahap demi tahap dari setiap jenjang literasi mereka.

Ragam bisnis pembuatan isi pesan akan kian berkembang seiring semakin mudahnya pesan kreatif diolah di dalam tekhnologi kecerdasan buatan. Bisnis perbukuan jelas mengalami transformasi besar-besaran, tetapi ranah bisnis ini akan berkembang ke dalam jenis-jenis perpaduan dan adopsi tekhnologi multimedia yang amat menjanjikan dan bakal menjamur seiring semakin tingginya tingkat kebutuhan manusia pada dunia pendidikan.

Tak itu saja, pertama dan terutama tampaknya bakal pula membuat kian massifnya pembuat game dan bidang bisnis yang berkaitan. Jenis bisnis yang satu ini memang selalu menjadi primadona oleh banyak industri di dunia, tetapi seiring kemajuan tekhnologi dalam pembuatannya, dapat jadi kreator-kreator dari bisnis ini juga akan kian mewabah dan semakin meningkat.

Related Posts

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

Sidrap, Desa Lagading – Kegiatan sosialisasi penataan administrasi desa berbasis digital dilaksanakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kantor Desa Lagading, Kecamatan Pitu…

Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM

Lutim – Wakil Bupati (Wabup) Lutim, Puspawati Husler, mengatakan berkomitmen untuk membawa arah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah agar terus bertumbuh. Hal ini diungkapkannya usai mengikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program Pembinaan Dasar Baca Tulis Huruf Arab sebagai Upaya Mengurangi Buta Huruf Arab di Desa Lagading

  • By Admin
  • January 22, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program Pembinaan Dasar Baca Tulis Huruf Arab sebagai Upaya Mengurangi Buta Huruf Arab di Desa Lagading

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

  • By Admin
  • January 20, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Warga Desa Lagading

  • By Admin
  • January 20, 2026
Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Warga Desa Lagading

Pemda Lutim dan IAIN Palopo, Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Keagamaan di Daerah

  • By Admin
  • March 18, 2025
Pemda Lutim dan IAIN Palopo, Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Keagamaan di Daerah

CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

  • By Admin
  • March 18, 2025
CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM

  • By Admin
  • March 18, 2025
Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM