5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Memulai Bisnis

Hooboe.id – Banyak dari kita yang kerap kebingungan ketika ditanya tentang definisi bisnis. Apa itu bisnis atau kenapa orang harus berbisnis. Biar begitu, kata ini sudah terasa amat akrab dengan sebagian besar kita, sehingga dirasa tak lagi perlu definisi macam-macam agar orang bisa melakoni bisnis tertentu.

Yups, meskipun istilahnya terdengar tak familiar, berbisnis dan menjalankan bisnis tentu saja adalah bagian paling rutin dari keseharian kita semua. Orang-orang yang berdagang segala macam barang dan jasa, kios atau warung tempat kita biasa membeli sabun mandi dan detergen, atau penjaja jasa servis kompor gas juga mesin cuci yang biasa berteriak-teriak di sekeliling kompleks rumah kita hampir setiap hari. 

Semua orang itu tengah menjalankan bisnis mereka, meski belum tentu tahu definisi macam-macam tentang seluk-beluk bisnis dan semua embel-embelnya. Hanya saja, banyak pula orang yang telah melakoni bisnis sekian lama, hingga suatu ketika mereka mengalami kerugian atau malah ingin mengembangkan kegiatan usahanya, tiba-tiba berkata bahwa mereka tak begitu tahu dan ingin belajar tentang bisnis. 

Bila sudah begitu, tentu mengetahui dengan benar pengertian bisnis, tujuan hingga resiko-resikonya, jelas dapat membuat perbedaan besar antara sekedar melakoni bisnis tanpa sedikitpun pemahaman, dengan mengetahui bahkan setidaknya dasar-dasar ilmu bisnis sebelum ikut terjun kesana. 

Bagi yang tengah ingin membangun bisnis atau sekedar ingin mengetahui tentang dunia bisnis, lima hal berikut dapat menjadi pelajaran mendasar yang perlu diketahui sebelum memulai atau memutuskan untuk menggeluti bisnis tertentu.

1.  Apa itu Bisnis?

Bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2014), bisnis didefinisikan sebagai apapun bentuk “usaha komersial dalam dunia perdagangan”. Jadi selama berurusan dengan kegiatan dagang, baik perdagangan barang maupun jasa, maka seluruhnya tercakup dalam pengertian bisnis. 

Sementara, bila melihat akar katanya yang berbahasa Inggris, “business”, punya pengertian yang dekat dengan konsep “‘busy” atau sibuk. Mereka yang bergelut dalam dunia usaha jelas orang-orang yang sibuk dan mengalami kesibukan. Waktu mereka digunakan untuk memikirkan dan menjalankan aktitas berbisnis. 

Tentu tak setiap kesibukan. Setiap bisnis memang punya kesibukannya, tetapi tak setiap kesibukan bisa mendatangkan keuntungan. Jadi sibuk dalam terminologi bisnis adalah jenis kesibukan yang positif yang dapat mendatangkan keuntungan bagi pelakunya secara pribadi atau bersama.

Bila dilihat secara seksama dalam pengertian ringkas tersebut, dunia bisnis boleh dikata mencakup orang atau pelaku yang melakukan kesibukan, kegiatan atau aktifitas sibuk yang dilakukan, produk atau hasil dari kesibukan yang diperdagangkan, serta tujuan kesibukan dalam berupaya beroleh keuntungan. Sehingga setiap bisnis pastinya akan melibatkan pelaku bisnis, kegiatan atau aktifitas bisnis, produk bisnis yang dihasilkan, serta tujuan bisnis.

2. Jenis-jenis bisnis

Ada banyak sekali jenis dan ragam bisnis yang telah dibuat oleh manusia. Setiap aktifitas sibuk mereka selalu punya potensinya dalam melahirkan jenis bisnis baru ke muka bumi. Bila melihat pada defenisi bisnis sebelumnya, jenis-jenis bisnis dapat dibedakan berdasarkan empat kategori besar, mencakup sisi pelaku bisnis, kegiatan bisnis, hasil bisnis, dan tujuan bisnis.

Bila dilihat dari sisi pelaku bisnis, jenis bisnis bisa dibedakan atas dua, yakni bisnis yang dikelola oleh pemerintah dan bisnis yang dilakoni oleh kebanyakan kita di masyarakat (swasta), baik dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Dalam dunia yang kian kompleks, kepemilikan bisnis pada akhirnya juga saling beririsan satu sama lain, sehingga terdapat pula jenis bisnis yang dikelola secara bersama oleh pemerintah dan swasta. 

Selain berdasarkan pelaku, jenis bisnis juga dapat dibedakan berdasarkan kegiatan atau aktifitas bisnis yang dilakukan, skala atau cakupan bisnis, serta ruang-lingkup besar dan kecilnya bidang usaha yang tengah dijalankan. Berdasarkan ruang lingkup-usaha yang dilakukannya, jenis bisnis bisa dibedakan atas bisnis dengan ruang-lingkup lokal, nasional, hingga internasional. Bila dilihat dalam ukuran skala bisnis, jenis bisnis juga dapat dibedakan berdasarkan bisnis skala kecil, menengah dan besar. 

Salah satu sisi penting tentang pemahaman cakupan dan skala bisnis ini, karena pada akhirnya akan berurusan dengan target pasar yang hendak disasar, kemampuan keuangan dalam menjangkau pasar, hingga faktor perijinan, pajak dan kelembagaan usahanya. Sementara, bila melihat jenis bisnis berdasarkan kegiatan yang dilakukannya bisa amat beragam. 

Di masa lalu kita hanya mengenali jenis kegiatan bisnis pada tiga cakupan utama, meliputi bidang jasa, dagang dan manufaktur. Hanya saja defenisi ini dirasa sukar untuk memasukkan jenis-jenis bisnis tertentu yang mengadopsi dua hingga tiga jenis sekaligus, seperti bisnis agraris semacam pertanian, perkebunan atau peternakan, sehingga dikategorikan tersendiri sebagai bidang bisnis yang tak semata jasa, dagang atau manufaktur. 

Ditambah lagi seiring kian ekspansifnya para pebisnis dan kehadiran tekhnologi yang kian memudahkan setiap kesibukan, bidang kegiatan bisnis dan percampuran-percampurannya makin sukar dikategorisasi, dan mulai menghadirkan bidang-bidang tersendiri seperti bisnis pertambangan, bisnis industri semacam konstruksi dan energi, bisnis pariwisata, malah bisnis tekhnologi yang bentuk-bentuknya juga kian beragam. 

Jenis bisnis juga bisa dibedakan berdasarkan produk yang dihasilkannya. Secara garis besar, kategori bisnis dalam hal ini hanya mencakup dua bentuk besar, meliputi bisnis barang dan bisnis jasa. Dalam kenyataannya pula produk yang dihasilkan oleh para pelaku bisnis mulai menyasar dua item tersebut sekaligus, sehingga banyak pula bisnis yang selain menghasilkan barang, juga ‘nyambi’ untuk mengerjakan sektor-sektor jasa atau sebaliknya.

Tak hanya itu, jenis bisnis juga bisa dibedakan berdasarkan tujuan yang dikejarnya. Memang tujuan terbesar dari pekerjaan bisnis adalah keuntungan, tetapi keuntungan dalam hal ini tak saja mencakup aspek materil dan bersifat langsung, tetapi juga dapat berfungsi dalam tujuan lain untuk tujuan lainnya. 

Banyak bisnis berbasis tekhnologi dan informasi di masa kini, telah sejak lama menjalankan strategi seperti ini. Sejak dekade silam, demam bisnis e-Commerce telah melahirkan banyak sekali model bisnis yang memberi kesan hanya menjual jasa tanpa keinginan untuk mencari keuntungan. 

Kebanyakan portal media massa dan media sosial saat ini juga tampak seperti penyedia jasa informasi ketimbang penjualan jasa informasi kepada masyarakat. Tentu saja tujuan pada akhirnya tetaplah pada keuntungan, tetapi perolehan yang mereka dapatkan bisa berasal dari aspek-aspek lain bisnis yang belum dibayangkan oleh para pelaku bisnis di masa lalu. 

Biar begitu, senyatanya memang terdapat beberapa bidang bisnis yang lebih bertujuan sebagai bisnis sosial atau tak berfokus pada keuntungan semata materil. Masih lekat di ingatan misalnya tentang sepak terjang Muhammad Yunus di India dengan konsep Grameen Bank dan bisnis sosialnya, atau rumusan banyak bisnis perseroan pemerintah hingga konsep Bumdesa beberapa waktu lalu, yang lebih bertujuan pada layanan ketimbang keuntungan.

3. Fungsi Bisnis

Setiap bisnis tentu menjalankan fungsi yang amat urgen di masyarakat. Tanpa kehadiran para pebisnis, mustahil membayangkan roda ekonomi bisa berputar. Sehingga fungsi utama dari bisnis dan kegiatan bisnis, adalah menggerakkan roda ekonomi dan memberikan layanan pada konsumen. 

Sejak barang dihasilkan hingga dapat dinikmati layanannya oleh konsumen, ragam jenis bisnis setidaknya memainkan satu atau beberapa fungsi bisnis yang dapat mereka usahakan. Beberapa kategori fungsi bisnis yang bisa disebut, yakni; 

Pertama, fungsi produksi. Setiap bisnis selalu menghasilkan produk barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Petani yang menggarap lahan untuk tanaman atau pabrik pembuatan sepatu yang mengolah bahan bakunya menjadi produk tertentu, memainkan fungsi produksi dalam upayanya menjembatani kebutuhan masyarakat.

Kedua, fungsi distribusi. Barang atau jasa yang dihasilkan selalu membutuhkan jasa perantara untuk didekatkan kepada konsumen. Para pedagang grosir dan eceran dalam hal ini, memainkan fungsinya dalam mengupayakan layanan distribusi kepada konsumen atas produk tertentu yang ingin mereka dapatkan. 

Ketiga, fungsi konsumsi. Pada dasarnya setiap produsen dan distributor, selalu membayangkan konsumen sebagai target terakhir dari keberadaan produk atau layanan mereka. Setiap upaya yang dikerahkan dalam rangka menyasar konsumen tersebut, adalah upaya pemenuhan fungsi konsumsi dari semua jenis bisnis yang dijalankan. 

Keempat, fungsi inovasi. Sudah merupakan hal lumrah bahwa setiap bisnis selalu menawarkan hal baru kepada konsumen. Tak saja dari sisi produk yang dihasilkan, tetapi juga dalam level distribusinya. Industri perakitan kendaraan misalnya, selalu mengupayakan memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lain, makin cepat dari hari ke hari. 

Berbagai upaya tersebut telah melahirkan banyak sekali penemuan baru dengan ragam produk layanan dari banyak lini bisnis. Sehingga, salah satu fungsi bisnis yang cukup urgen dalam menopang kemajuan peradaban, terkait fungsi inovasi yang terus-menerus mereka hasilkan dan kembangkan dari waktu ke waktu.

Kelima, fungsi penciptaan lapangan kerja. Setiap bisnis adalah dunia sibuk yang selalu membutuhkan banyak tenaga dengan ragam keterampilan. Semakin besar lini usaha dan cakupan sebuah bisnis, semakin banyak kebutuhan sumberdaya yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa. 

Sumberdaya manusia tentu adalah salah satu di antara kebutuhan bisnis tersebut yang tak kalah penting. Fungsi penciptaan lapangan kerja dalam ini, dapat jadi tak hanya bersangkut-paut di dalam bisnis saja, tetapi juga membuat sebuah bisnis kerap tak bisa dijalankan sebagai usaha perorangan yang tak membutuhkan sumberdaya manusia lainnya. 

Sebuah bisnis yang baik dapat menghasilkan efek simultan yang baik, dan menciptakan mata rantai kebutuhan tenaga kerja baru dari penciptaan lini bisnis baru. Memang perlu diingat, terutama dalam perkembangan banyak bisnis saat ini dari kehadiran mesin-mesin industri dan tekhnologi, membuat fungsi ini mendapatkan tantangan beratnya. 

Tetapi seperti kata Harari dalam 21 Lesson for 21 Century, meski ada kecepatan tak terkira dari kehadiran tekhnologi dan mesin-mesin cerdas yang semakin mengambil-alih kerja-kerja manusia sejauh ini, selalu saja tercipta peluang bagi hadirnya ragam kebutuhan baru tenaga kerja dari sentra-sentra bisnis baru yang tercipta dalam setiap masa.

Keenam, fungsi peningkatan pendapatan nasional. Semakin berkembang sektor bisnis suatu negara, selalu terancam kaya negara tersebut. Sebabnya cukup mudah, karena pendapatan negara juga diperoleh dari berbagai sektor termasuk bisnis yang bertumbuh di dalamnya. Kita tentu memahami bahwa seluruh bisnis, selain berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan konsumen juga berkontribusi terhadap peningkatan pajak dan pungutan lainnya kepada negara. 

Makanya salah satu ukuran dalam melihat tingkat pendapatan nasional ini, adalah sejauhmana perusahaan-perusahaan dalam kinerja bisnis yang mereka geluti, tetap sehat dan produktif dalam memproduksi barang dan jasanya dalam kurun waktu satu tahun. Sektor bisnis yang lesu dapat menurunkan penerimaan negara, dan menyumbang penurunan pula dalam perhitungan pendapatan nasional.

4. Tujuan Bisnis

Tujuan utama berbisnis tentu saja adalah keuntungan. Keuntungan di sini sebagian besar bersifat materil dan langsung, meski sebagian bisnis juga memiliki motivasi lain dalam menjalankan aktifitasnya. Bisnis warung makan misalnya, selain bertujuan mencari keuntungan juga memiliki tujuan mulia dalam memenuhi hajat orang dalam konsumsi sehari-hari mereka. 

Beberapa jenis bisnis seperti  industri manufaktur, pertambangan, energi, bisa memiliki tujuan berbeda dalam upayanya menyokong serapan tenaga kerja. Dalam upayanya mengejar keuntungan, sebuah bisnis biasanya membagi jenis tujuannya menjadi tujuan jangka pendek dan jangka panjang. 

Banyak bisnis di masa kini, secara jangka pendek juga bisa terlihat sama sekali tak menetapkan tujuan pada pencarian keuntungan. Dua skenario bisnis sukses yang mudah dilihat barangkali adalah Google dan Facebook dalam layanan jasa yang mereka berikan. Setelah aksi bakar uang yang telah dilakukannya di satu atau dua dekade silam, kini hampir semua warga bumi menggunakan satu atau dua layanan mereka.

5. Resiko Bisnis

Pastinya tak ada bisnis yang tak beresiko. Beberapa resiko mustahil untuk dihindari, dan sebagian lainnya dapat dikendalikan atau ditepis dengan menerapkan manajemen tertentu terhadap resiko. Cara paling baik untuk menghindari atau mengendalikan resiko, pastinya adalah mengetahui atau mengidentifikasi jenis resiko yang bisa terjadi atau akan dihadapi, menganalisis resiko, sebelum melakukan langkah mitigasi untuk menghindari atau menghadapi resiko dan mengurangi dampaknya.

Dalam dunia bisnis, datangnya resiko itu bisa dicermati secara internal dan eksternal. Secara internal, perjalanan sebuah bisnis bisa menanggung resiko dari kualitas manajemen yang buruk, sumberdaya yang buruk, kualitas produk yang buruk, hingga kualitas keuangan yang buruk.  

Resiko bisnis juga bisa terjadi karena faktor-faktor eksternal, seperti perubahan situasi politik, ekonomi, juga sosial dan kultural, atau kebanyakan karena perubahan tekhnologi yang membuat sebuah bisnis harus menakar banyak kebiasaannya kembali dalam adaptasi tekhnologi baru.

Sebuah resiko bisnis bisa berdampak pada kerugian secara finansial dengan turunnya laba, terganggunya operasional hingga hilangnya reputasi perusahaan. Dampak dari kehadiran tekhnologi juga dapat memberikan resiko hilangnya nilai strategis yang dimiliki sebuah perusahaan dalam mengkooptasi pasar. 

Sudah lumrah diketahui misalnya, sebelum era paket antar cepat dikenali melalui banyak aplikasi marketplace, layanan PT. Pos Indonesia telah memegang lisensi strategis dalam pengiriman barang di seantero negeri. Kehadiran tekhnologi baru membuat persaingan pada ranah ekspedisi ini jadi semakin ketat, dan menggerus nilai strategis PT. Pos sebagai layanan utama dalam jasa 

pengiriman.

Dengan memahami resiko yang dapat hadir pada sebuah bisnis, tentu memikirkan dengan matang sebanyak mungkin aspek bisnis sebelum memulainya pelan-pelan, setidaknya dapat membantu kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi di kemudian hari. Kenyataannya, di antara banyak situasi ketidakpastian yang bisa dihadapi oleh setiap orang, resiko barangkali telah menjadi salah satu hal paling pasti yang dihadapi oleh setiap mahkluk hidup, baik yang berkesadaran ataupun tidak.  

Memikirkan seluruh resiko jelas mustahil dilakukan, seperti mustahilnya menghindari resiko mati buat mahkluk yang terlanjur hidup. Sehingga yang dibutuhkan adalah memikirkan sebanyak-mungkin prosedur penanganan resiko bila terjadi, untuk ragam situasi dari datangnya resiko yang bisa dipastikan dampak-dampaknya maupun tidak. Jadi tunggu apalagi, saatnya berbisnis !

Related Posts

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

Sidrap, Desa Lagading – Kegiatan sosialisasi penataan administrasi desa berbasis digital dilaksanakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kantor Desa Lagading, Kecamatan Pitu…

Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM

Lutim – Wakil Bupati (Wabup) Lutim, Puspawati Husler, mengatakan berkomitmen untuk membawa arah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah agar terus bertumbuh. Hal ini diungkapkannya usai mengikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program Pembinaan Dasar Baca Tulis Huruf Arab sebagai Upaya Mengurangi Buta Huruf Arab di Desa Lagading

  • By Admin
  • January 22, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program Pembinaan Dasar Baca Tulis Huruf Arab sebagai Upaya Mengurangi Buta Huruf Arab di Desa Lagading

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

  • By Admin
  • January 20, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Dorong Digitalisasi Desa Lagading lewat Sosialisasi Penataan Administrasi Berbasis Google Looker Studio

Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Warga Desa Lagading

  • By Admin
  • January 20, 2026
Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Warga Desa Lagading

Pemda Lutim dan IAIN Palopo, Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Keagamaan di Daerah

  • By Admin
  • March 18, 2025
Pemda Lutim dan IAIN Palopo, Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Keagamaan di Daerah

CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

  • By Admin
  • March 18, 2025
CASN Lutim Unjuk-Rasa, Prabowo Percepat Pengangkatan CPNS dan PPPK

Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM

  • By Admin
  • March 18, 2025
Rapat Pleno TPKAD Sulsel, Wabup Lutim Ingat Pesan Kembangkan UMKM