Lutim – Bupati Luwu Timur, (Lutim), Irwan Bachri Syam, meninjau langsung kondisi tanggul Sungai Kalaena, pada Sabtu (8/3), siang hari ini. “Sungai Kalaena ini, sejak beberapa waktu yang lalu hingga hari ini, kalau kita lihat kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Bupati.
Ia melihat situasi tanggul yang buruk berpotensi merusak area persawahan. Bahkan, bila tak segera ditangani, dapat membawa dampak bagi permukiman warga di wilayah Desa Alam Buana dan Cendana Hitam Timur.
Berdasarkan laporan masyarakat, kawasan sekitar tanggul telah cukup kritis hingga butuh penanganan segera. “Olehnya itu, kami, saya, datang meninjau ini secara langsung, menyaksikan seperti apa yang dilaporkan pada kami, dan ternyata benar bahwa kondisi sungai kita ini, sudah sangat memprihatinkan,” Irwan berkata.
Senyatanya, kawasan tanggul Sungai Kalaena memang sudah jadi fokus perhatian pemerintah daerah (Pemda) sejak lama. Kawasan ini telah sering dilaporkan mengalami bencana serius. Terlebih, di tengah kondisi curah hujan yang relatif tinggi akhir-akhir ini, volume air bisa cukup besar di sepanjang aliran sungai, sehingga amat berpotensi membawa luapan yang menggenangi kawasan sekitar.
Meski penanganannya juga telah seringkali dilakukan, hanya saja kewenangan terhadap kawasan seringkali dikeluhkan. Pada tahun 2022 silam misalnya, pihak Pemda Lutim sempat melakukan kunjungan kerja ke wilayah lima desa di Kecamatan Kalaena, guna membahas penanganan banjir dan rencana peninggian tanggul lainnya di Sungai Kalaena.
Tingginya curah hujan dilaporkan seringkali menyebabkan lahan pertanian warga di sepanjang kawasan tersebut terendam banjir. Dikutip dari portal celebesaktual, sebuah proyek penanganan banjir lalu diinisiasi melibatkan anggaran Kementerian PUPR berkisar Rp14,8 miliar.
Hanya saja, proyek penanganan banjir dan abrasi yang dikabarkan selesai dikerjakan pada tahun 2023 silam itu, mengalami amblas setelah diterjang hujan deras. Kejadian ini memicu kekhawatiran warga dan mendorong investigasi oleh pihak berwenang, guna memastikan kualitas pelaksanaan proyek infrastruktur di kawasan tanggul tersebut.
Terlepas dari penanganan proyek yang buruk, situasi beberapa tanggul memang membutuhkan perhatian ekstra agar tidak membawa ekses fatal bagi masyarakat. Seperti disebut Irwan pula, langkah koordinasi mesti dilakukan segera antar para pihak dalam penanganannya, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai, Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.
Ia menekankan segera melakukan pengukuran teknis dan mengambil tindakan perbaikan terhadap tanggul yang rusak. Harapannya, langkah-langkah ini bisa segera menyelesaikan permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. “Mudah-mudahan besok kita sudah mulai mengukur, dan mudah-mudahan Senin kita sudah ada hasil teknis yang bisa direkomendasikan kepada saya, sehingga saya bisa segera mengambil tindakan,” tambahnya.






