Lutim – Hanya sehari sudah sebanyak 39 kali kejadian gempa bumi tektonik yang mengguncang Luwu Timur (Lutim), pada Jumat (7/3) kemarin. Dua yang cukup keras dirasakan, berlangsung di sore hari sekitar pukul 16:34 Wita, dan saat malam, pada pukul 22:53:40 WITA.
Berdasarkan analisa dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Makassar, menyebut gempa susulan pada malam hari, memiliki parameter magnitudo 3.6, lebih kecil dari sore hari yang membuat beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,50° LS & 120,97° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 24 Barat Laut Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan pada kedalaman 3 km,” ujar Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, dalam rilis informasinya yang dibagikan.
Melihat koordinat yang ditunjuk dari titik gempa, menunjukkan lokasi di sekitar wilayah Mangkutana dan sekitarnya, merasakan getaran yang lebih keras. Irfan mengatakan, laporan masyarakat menunjukkan bila gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI.
“Getaran dirasakan oleh beberapa orang”, dimana, “benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” ia mengurai. Atas kejadian ini, disebut tak menunjukkan adanya laporan kerusakan yang ditimbulkan dari dampak getaran. Biar begitu, pihak BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada.
Mereka juga meminta untuk selalu memantau secara rutin informasi perkembangan cuaca.dari sumber-sumber resmi BMKG. Menyambung hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Lutim, dr.April, pula memberi peringatan terkait adanya potensi cuaca ekstrim, pada Sabtu (8/3), hari ini.
Ia memberitahu dari pantauan radar BMKG, menunjukkan adanya peringatan dini potensi cuaca buruk di seluruh wilayah kecamatan di Lutim. Malah, ia pula mengingatkan agar mewaspadai kemungkinan paling tak diinginkan, akibat terjadinya gempa bumi saat hujan deras.
“Yg sangat perlu diwaspadai yaitu terjadinya bersamaan kejadian antara bencana alam hidrometeorologi (cuaca ekstrim) dgn bencana alam geologi (gempa tektonik) melalui update prakiraan cuaca berkala dan peringatan dini oleh BMKG,” tulis dr. April, dalam pesan WhatsApp mengingatkan.
Adapun bagi yang ingin memantau terkait informasi cuaca terkini, dapat secara langsung mengakses kanal-kanal resmi BMKG di Instagram dan Twitter pada akun @infoBMKG, melalui website di http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id.
Bisa pula melalui saluran telegram channel di https://t.me/InaTEWS_BMKG, atau melalui Mobile Apps IOS dan Android, dengan menginstall aplikasi wrs-bmkg atau infobmkg.






