Ada momen menarik yang dibagikan pengguna media sosial. Sebuah gambar yang menunjukkan Bupati Luwu Timur (Lutim), Budiman, tampak tengah berbisik ke Irwan Bachri Syam (Ibas), yang merupakan rivalnya dalam selebrasi pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) beberapa waktu lalu. Ada apa gerangan?
Momen haru tersebut beredar di beberapa group WhatsApp, di sela kunjungan Kerja (Kunker) Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan, pada Kamis (6/2) siang. Ternyata, gambar tersebut adalah sedikit cuplikan momen ketika dua petinggi Lutim itu, usai bersalaman dan Bupati Lutim, Budiman, tampak tengah membisikkan sesuatu ke telinga Ibas.
Setelah mengikuti momen videonya yang lebih panjang, kejadian tersebut ternyata berlangsung cukup cepat dan hanya sekedar salaman biasa. Biar begitu, momen cuplikan kehangatan itu telah mendapatkan cukup banyak respon pengguna WhatsApp, apalagi di tengah suasana yang belum terlalu jauh dari momentum pemilukada.
Sementara itu, saat berlangsungnya prosesi penyambutan Kapolda Sulsel sendiri, Kapolres Lutim, AKBP. Zulkarnain, dan jajaran kepolisian Polres Lutim, tampak mendampingi langsung tibanya seluruh rombongan hingga memasuki halaman Kantor Kepolisian Resort (Polres) Lutim.
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lutim juga terlihat lengkap, tak terkecuali Ibas, yang saat berlangsungnya penyambutan, tampak berdiri bersisian dengan Ketua DPRD Lutim, Obert Datte.
Kepada awak media, Kapolda Sulsel, Yudhiawan, sempat memberikan arahan Presiden Prabowo, terkait Program Strategis Nasional (PSN), khususnya yang tengah berjalan di Lutim. Ia antara lain mengingatkan, agar dapat mengamankan berjalannya PSN, terutama dari sektor perpajakan bagi perusahaan dan rekanan yang bermitra dalam mengerjakan PSN.
Sorotan terhadap penerimaan pajak negara bakal menjadi prioritas oleh penegak hukum, terutama dalam potensi kebocoran selama berjalannya proyek nasional tersebut. Begitu pula, penerimaan dari pihak ketiga dan mitra PSN, kemungkinan juga bakal menjadi atensi khusus yang bakal diusut secara serius oleh kepolisian daerah.
“Pajak digunakan untuk apa, untuk pembangunan masyarakat dan terutama adalah untuk masyarakat, rakyat Indonesia. Jangan sampai terjadi kebocoran. Karena kalau terjadi kebocoran, pasti akan menjadi atensi bagi Bapak Presiden, dan pasti akan memerintahkan kepolisian untuk mengusut, apakah terjadi kebocoran pajak negara. Jadi harus kita amankan,” sebut Yudhiawan.
Usai kegiatan penyambutan di halaman Polres Lutim tersebut, rombongan lalu beranjak mengunjungi kegiatan panen perdana tanaman jagung, yang berlokasi tak cukup jauh dari kantor Samsat Lutim dan Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Malili.
Untuk diketahui, tanaman jagung tersebut berada di luasan lahan sekitar satu atau dua hektar, yang telah ditanam beberapa bulan silam. Pertumbuhan tanaman tampak menunjukkan progres cukup signifikan, dengan hasil buah lumayan banyak dan tingkat kerusakan akibat hama yang terbilang minim.






