Lutim – Hujan dan angin kencang melanda sebagian wilayah di Luwu Timur (Lutim), pada Kamis (13/2) siang. Akibatnya, banyak rumah dan fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan. Di Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, dikabarkan banyak atap rumah warga terbang terbawa angin.
Berdasarkan laporan warga yang sempat mengambil gambar di salah satu lokasi rumah yang mengalami kerusakan, kejadiannya berlangsung sekira pukul 14:10 Wita. Ia tengah berada di lantai dua rumahnya, saat melihat atap rumah milik tetangganya sudah terbawa angin dan tak lagi berada di tempatnya.
Semua penghuni rumah tersebut segera diungsikan karena situasi hujan yang masih terus berlangsung. “Ngungsi kasian, Alhamdulillah tidak adaji korban jiwa,” tutur Ramlah, tetangga terdekat dari penghuni rumah yang rusak akibat diterjang angin.
Hingga berita diturunkan situasi hujan dan angin kencang belum menunjukkan tanda-tanda reda, dan beberapa kerusakan masih terus dilaporkan oleh warga melalui media sosial di sejumlah wilayah. Di Desa Balantang misalnya, atap bangunan bekas pabrik kayu PT. Zedsko ikut terbang tersapu angin.
Seorang pengguna media sosial, sempat mengambil video kerusakan di Jalan Hamid, Kelurahan Malili. “Kabel-kabel berserakan akibat pohon tumbang,” sebut latar suara, dari video yang dibagikan tersebut.
Sejumlah pohon juga dikabarkan tumbang di sejumlah ruas jalan. Di jalan poros penghubung Sorowako-Malili, pohon besar melintang membelah jalan hingga tak dapat dilalui. Sebuah pohon lainnya dikabarkan rebah menghalangi jalan di jalur Trans, Puncak Indah dari arah Kantor Dinas Pendidikan.
Bila melihat laporan dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), per tanggal 13 Februari 2025, tampak hanya memproyeksi terjadinya hujan ringan untuk sebagian besar wilayah kecamatan di Luwu Timur (Lutim).
Meski begitu, pihak BMKG telah memberikan warning di beberapa hari silam, tentang potensi curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan berlangsung dari tanggal 11-17 Februari 2025 mendatang. Dilansir dari laman fajar.co.id, peringatan ini berlaku dengan dua tahapan, untuk wilayah berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir disertai angin kencang.
Dimulai pada tanggal 11-13 Februari ini, yang meliputi wilayah Pinrang, Parepare, Barru, Soppeng, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar dan Bulukumba. Dimana, potensi angin kencang dapat terjadi di wilayah Sulsel bagian barat dan selatan, sementara potensi banjir atau longsor potensial terjadi di Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa dan Takalar.
Lalu, pada esok hari hingga 17 Februari mendatang, sejumlah wilayah yang diperingatkan, diantaranya Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Pinrang, Wajo, Bone, Sinjai dan Bulukumba.
Potensi angin kencang potensial terjadi di wilayah Sulsel bagian barat dan selatan, sementara potensi banjir juga tanah longsor, berada di wilayah Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara dan Wajo. Untuk Lutim sendiri, belum diketahui pasti total kerusakan akibat hujan dan angin kencang yang telah berlangsung sejauh ini.






