Makassar – Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RS Unhas), Makassar, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo, Wotu, kini resmi menjalin kerjasama dalam program “Sister Hospital“, dengan poin utamanya pada penerapan sistem rujukan “Fast Track“. Bagaimana maksudnya?
Intinya melalui sistem ini, prosedur penanganan bagi pasien rujukan bisa berlangsung lebih cepat. “Pasien tidak perlu lagi menunggu 1 sampai 2 hari untuk mendapat persetujuan rujukan. Begitu pula tidak ada lagi pasien dari Luwu Timur yang harus antrian untuk mendapat tempat tidur kalau dirujuk ke Mks,” ujar Kepala RSUD I Lagaligo Wotu, dr. Irfan, pada Rabu (12/3), dalam sebuah pesannya via WhatsApp.
Program ini disebutnya menjadi salah satu poin utama, dalam Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, yang ditandatangani oleh pihak RS Unhas dan RSUD I Lagaligo, saat berlangsungnya kunjungan Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam, beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) dan pihak RSUD I Lagaligo, ke kampus Unhas, pada Selasa, 11 Maret 2025, siang kemarin.
Keberadaan sistem ini memungkinkan pasien tak lagi sukar ketika harus dirujuk, dan karenanya, “semua terlayani dengan cepat”, kata dr. Irfan. Apalagi, mengingat daya tampung RS Unhas yang cukup mumpuni, akses layanan kesehatan bisa berlangsung lebih responsif, terutama bagi pasien dengan kondisi darurat yang membutuhkan tindakan medis segera.
Ia berharap melalui sistem ini, nantinya proses pelayanan bagi pasien juga bisa lebih efisien. Semua pasien rujukan tak lagi perlu menunggu cukup lama agar dapat segera tertangani. Sementara itu, paska penandatanganan MoU antara Pemerintah Daerah (Pemda) Lutim dan pihak Unhas, rombongan menyempatkan menyambangi RS Unhas guna melihat ketersediaan fasilitas hingga ruang perawatan.
“Alhamdulillah, setelah kami lihat langsung, fasilitas di RS Unhas ini sangat bagus, termasuk tenaga medisnya yang sudah luar biasa. Kami berharap kerja sama antara Pemda Lutim dan RS Unhas ini nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lutim yang dirujuk ke rumah sakit ini,” sebut Bupati.
Tak kalah penting, seluruh layanan ini nantinya disediakan secara gratis bagi setiap warga Lutim. “Insha Allah, pasien dari Lutim yang dirujuk ke RS ini akan mendapatkan pelayanan terbaik,” imbuhnya. Untuk kebutuhan antar-mengantar, tahun ini juga Pemda Lutim mengupayakan layanan ambulans yang akan berjaga di RS Unhas.
Dengan begitu setiap pasien rujukan dapat diantar hingga dijemput pulang setelah sembuh, tanpa perlu banyak memikirkan mengenai kebutuhan biayanya. “Ini akan kami sosialisasikan kepada masyarakat agar mereka tahu bahwa layanan kesehatan ini benar-benar untuk kepentingan mereka,” ia menandaskan.






