Lutim – “Ngaben bukan hanya upacara pemakaman, tapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada arwah yang telah meninggal,” tandas Wakil Bupati (Wabup) Lutim, Puspawati Husler, kepada warga yang tengah berduka atas meninggalnya sanak famili mereka di Kecamatan Angkona, pada Rabu (12/3).
Mengutip dari portal resmi Pemerintah Daerah (Pemda) Lutim, setidaknya terdapat empat lokasi yang tengah dirundung duka di hari ini. Dua lokasi di antaranya yang menggelar prosesi Ngaben, berada di Desa Tawakua dan Balirejo. Dalam agenda layatan yang dilakukannya, Puspawati mengapresiasi warga atas bentuk penghormatan yang mereka berikan kepada keluarga mereka yang berpulang.
Selama proses kremasi berlangsung, ia tetap turut-serta bersama warga menyaksikan pelepasan jenazah. Hal ini membuatnya menyebut, bila banyak ritual dan tradisi yang dipraktekkan oleh umat Hindu di Lutim, telah menjadi khazanah tersendiri yang turut membentuk corak budaya di daerah.
Sehingga, menurutnya hal ini patut dijaga dan tetap dilestarikan. “Kita harus bangga dengan keberagaman budaya dan tradisi yang ada di Luwu Timur,” Puspawati mengingatkan. Usai menghadiri dua prosesi Ngaben itu, ia pula memyempatkan melayat ke rumah duka lainnya, yang terletak di Desa Lamaeto, juga seorang warga yang berdomisili di Desa Solo.
Selama berlangsungnya agenda layatan yang cukup banyak itu, Puspawati tampak ditemani oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial dan P3A Lutim, Muhammad Yusri, Camat Angkona, I Putu Gede Sudarsana, dan anggota DPRD Lutim dari Partai Nasdem, Muhammad Iwan.






