Hooboe.id – Paska ancaman yang dialamatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel kepada Hamas, Juru Bicara Militer Al-Qassam Hamas, Abu Obeida, berbicara di depan kamera pada kesempatan awal bulan suci Ramadhan, pada Kamis (6/3) kemarin. Ia menyatakan bila kelompok perlawanan selalu berada dalam kondisi siaga menghadapi ancaman dan agresi Israel.
Setiap ancaman yang diterima dari entitas pendudukan, akan menghasilkan lebih banyak kekecewaan bagi seluruh pasukannya. “Kami dalam kondisi siaga dan siap menghadapi segala kemungkinan,” ia mengungkap, seperti disebut di situs Al-Mayaden.
Obeida bahkan memberikan ancaman balik, bahwa serangan Israel kepada kelompok perlawanan, akan menjadi ruang bagi mereka untuk mengungkap seluruh tabiat buruk dan kelemahan-kelemahan yang dipertontonkan oleh entitas zionis.
Segala bentuk serangan dari pihak Israel hanya membuka kedok mereka sesungguhnya, “dan dimulainya kembali perang akan membuat kami menghancurkan sisa-sisa citra musuh,” tegasnya. Ia pula memberi peringataan bila seluruh bentuk ancaman yang dialamatkan pada Hamas tidak akan melemahkan perlawanan.
Terlebih bila melihat seluruh serangan yang telah dilakukan Israel sejak 8 Oktober 2023, tak membuahkan poin keberhasilan apapun bagi pasukan pendudukan. Ini menandaskan bila ancaman yang dilontarkan, baik oleh pihak Israel maupun AS, tidak akan berdampak apapun dan sulit beroleh hasil nyata.
“Apa yang tidak dapat dicapai musuh melalui perang tidak akan dapat diperoleh melalui ancaman dan tipu-daya,” pinta Obeida. Malah, bila agresi yang dilakukan Israel demi penyelamatan para sandera, maka peningkatan eskalasi hanya berpotensi kematian bagi seluruh sandera Israel yang masih tertawan di Gaza.
Obeida pula mengingatkan setiap umat muslim di dunia, bahwa agresi Israel atas Gaza telah berakibat genosida, kelaparan, hingga upaya pengusiran paksa, yang justru dilakukan secara terang-terangan dan di depan mata seluruh warga dunia.
Seluruh upaya perlawanan yang dilakukan oleh warga Palestina, adalah sekecil tindakan yang dapat mereka lakukan untuk coba lepas dari jerat tangan pendudukan yang terus mencerabut secara sistematis seluruh ruang hidup mereka dalam kurun waktu sejarah.
“Apa yang akan kalian lakukan untuk mempertahankan harga diri kalian sebelum tangan para penindas mencapai kalian di rumah kalian sendiri?,” kata Obeida. Ia meminta setiap individu merdeka dan pembela hak asasi manusia, agar berani mengungkap berbagai standar ganda yang telah dipertontonkan Barat, dengan “menangis atas puluhan tawanan musuh sambil mengabaikan keselamatan tahanan kami,” ia berpesan.
Untuk diketahui, pihak Israel melalui perdana menterinya, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataannya beberapa waktu sebelumnya, bahwa Israel dapat keluar kapan saja dari upaya negosiasi dan gencatan senjata, untuk kembali berperang bila menganggap perundingan tidak ada gunanya.
Setelah pertemuannya dengan Presiden AS, Donald Trump, di beberapa minggu silam, Israel juga telah mangkir untuk memasuki pembicaraan gencatan senjata tahap kedua, dan beberapa waktu belakangan, mulai mengeluarkan pernyataan langsung kepada Hamas.
“Jika Anda tidak membebaskan sandera kami, akan ada konsekuensi yang bahkan tidak dapat Anda bayangkan,” ucap Netanyahu. Peringatan serupa lalu kembali diujarkan oleh Trump, yang diunggahnya di akun Truthsocial miliknya, pada Rabu (5/3) silam.
Peringatan itu disebutnya sebagai “peringatan terakhir”, yang secara langsung ditujukan kepada Hamas. “Bebaskan semua sandera sekarang, bukan nanti, dan segera kembalikan semua jasad orang-orang yang kalian bunuh, atau semuanya BERAKHIR bagi kalian,” celoteh Trump di akunnya.







