Setelah wabah pandemi Covid-19 di 2019 silam yang merepotkan dunia, banyak negara kini mulai mewaspadai peningkatan Human Metapneumovirus (HMPV). Virus ini telah menyebabkan lonjakan infeksi di beberapa negara, terutama China, dengan beberapa kasus yang muncul bersamaan.
Dilansir dari The Scottish Sun, pada Minggu (5/25), beberapa tayangan di media sosial China yang tak terkonfirmasi menayangkan banyak rumah sakit di sana yang kewalahan dengan daftar tunggu pasien bermasker karena serangan virus misterius mirip Covid-19.
Meskipun pihak berwenang di China belum memberikan informasi terkait kejadian tersebut, namun laporan dari China’s Centers for Disease Control (CDC), telah mengonfirmasi hal tersebut sebagai gejala HMPV.
Mewabahnya virus ini mengingatkan kejadian saat berlangsungnya pandemi Covid-19, tetapi banyak pihak otoritas tampak lebih memilih berhati-hati dalam merencanakan tindakan antisipatif yang diperlukan.
Laporan CDC menunjukkan, sekitar 30 persen pasien dinyatakan terkena gejala influenza, dan satu dari tujuh orang yang dirawat di rumah sakit telah dikonfirmasi terserang oleh virus tersebut. Biar begitu, otoritas CDC menyatakan bahwa itu bukan jenis flu yang cukup berat, dan kebanyakan muncul bersamaan di tengah dinginnya musim dingin di sana.
Bersama dengan laporan CDC, pihak The Scottish juga melansir informasi dari sebuah kantor berita yang berbasis di Amerika Serikat, Aboluoang News, yang mengklaim telah melakukan wawancara terhadap beberapa warga di Provinsi Hunan yang disebut mulai khawatir dengan mewabahnya virus ini.
“Sekitar tujuh atau delapan orang meninggal minggu ini di daerah ini. Beberapa berusia 50-an, 60-an, 70-an, 80-an, dan 40-an,” menurut rilis dari kantor berita tersebut seperti dikutip The Scottish.
Untuk diketahui, HMPV sendiri adalah virus RNA untai tunggal negatif dari keluarga Pneumoviridae, yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 di Belanda. Virus ini umumnya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dengan gejala seperti batuk, demam, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.
Pada kasus yang lebih parah, terutama pada kelompok rentan, HMPV dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah seperti bronkiolitis atau pneumonia. Meski tak sebegitu mengkhawatirkan seperti Covid-19 di beberapa tahun silam, lonjakan tiba-tiba pasien yang terkena gejala kasus ini patut diwaspadai.
Sementara itu, pihak otoritas dalam negeri juga telah memberikan warning terhadap kehadiran virus ini. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan, meski hingga saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” seperti dilansir dalam salah satu rilis dari laman Kementerian Kesehatan.






