Jelang waktu berbuka puasa masih berkisar sejam lebih, ketika warga Luwu Timur (Lutim) dikejutkan oleh guncangan cukup keras, pada Jumat (7/3) sore tadi. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengungkap telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,2 magnitudo.
Episenter gempa terletak di darat, sekitar 19 kilometer barat laut Lutim, Sulawesi Selatan, di kedalaman 10 kilometer. “Info Gempa Mag:5.2, 07-Mar-25 15:34:04 WIB, Lok:2.47 LS,121.04 BT (19 km BaratLaut LUWUTIMUR-SULSEL), Kedlmn:10 Km ::BMKG,” tulis BMKG, dalam layanan pesan singkatnya.
BMKG mengungkapkan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Matano dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Meskipun cukup kuat, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Sementara, dari laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutim, memberi laporan sebuah rumah ibadah di Desa Tawakua, Kecamatan Angkona, dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ini.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka. Getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa daerah sekitar, seperti Malili, Mangkutana, dan Wasuponda, dengan skala intensitas III-IV MMI, yang mengakibatkan warga berhamburan keluar rumah saat kejadian berlangsung.
Hingga pukul 16.50 WITA, belum ada laporan mengenai gempa susulan. Namun, pihak BPBD bersama BMKG terus memantau perkembangan situasi dan dampak yang mungkin terjadi.
Saat ini, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan aman dan terkendali. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan masyarakat.
Pihak Pusdalops BPBD Lutim, mengatakan, “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.” Lebih jauh pula, “Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” demikian laporan yang dibagikan via WhatsApp.






